Cawawalkot Ideal Untuk Bobby Nasution

Oleh : Anwar Saragih (Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Padjadjaran)

b14112aa-4261-4e0a-832f-0c60d0af11fc_43

Pada mesin pencarian google, tidak bisa dipungkiri nama Bobby Nasution adalah nama yang paling populer dicari aktivitasnya menuju Pemilihan Walikota Medan 2020. Hal ini sangat lumrah, mengingat Bobby adalah menantu Presiden Jokowi yang tentu menarik perhatian media.

Apalagi aktivitas politik Bobby yang sudah mendaftar ke partai-partai pemilik kursi mayoritas di DPRD Kota Medan, seperti; PDI Perjuangan (10 kursi), Partai Gerindra (10 kursi), Partai Golkar (4 kursi) dan Partai Nasdem (4 kursi) membuatnya namanya memimiliki daya pikat media, tidak hanya lokal tapi juga nasional.

Sementara, partai-partai lainnya, seperti; Partai Hanura (2 kursi), PSI (2 kursi) dan PPP (1 kursi)  tampaknya tidka lama lagi akan mengarah ke Bobby. Mengingat paman Bobby, Herry Lontung Siregar adalah salah stau elit Partai Hanura.

Pun, kepengurusan DPP PSI yang sangat dekat dan intim berkomunikasi dengan Presiden Jokowi dalam urusan politik serta PPP yang merupakan partai koalisi pemerintahan Jokowi.

Hingga membuat sangat sulit kemungkinan ketiga partai tersebut tidak ikut mengusung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan. Artinya dengan asumsi dukungan 7 (tujuh) partai politik, potensi usungan Bobby di Pilwalkot Medan adalah 33 kursi yang membuat dirinya hampir dipastikan memegang satu tiket untuk maju menjadi kandidat.

Artinya bila tidak ada calon independen yang lolos verifikasi administrasi dan faktual KPU, maka besar kemungkinan potensi penantang Bobby di Pilwalkot Medan tinggal menunggu kesepakatan koalisi PKS (7 kursi), PAN (6 kursi), Partai Demokrat (4 kursi) dan PKS (4 kursi) yang jika di total jumlahnya 17 kursi.

Angka ini sudah lebih dari cukup, mengingat undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 yang menuliskan bahwa syarat dalam mengusung pasangan calon kepala daerah yaitu partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20% kursi di DPRD atau 25% suara di pemilihan legislatif (Pileg). Artinya dengan jumlah 50 kursi di DPRD Kota Medan, setiap bakal pasangan calon minimal harus diusung oleh 10 kursi dewannya.

Skenario ini bisa terjadi dengan syarat, bila akhirnya PDI Perjuangan tidak mencalonkan kader internalnya, Akhyar Nasution yang juga merupakan calon petahana dan Partai Gerindra tidak mencalonkan pula kadernya, Ihwan Ritonga yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Kota Medan. Sebabnya, baik PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sama-sama memiliki 10 kursi di DPRD medan yang memungkinkan kedua partai politik itu bisa mengusung sendiri kadernya tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Kandidat Birokrat

Secara faktual, tidak berlebihan menyebut banyak nama-nama populer bakal calon lainnya perlahan tenggelam dengan hadirnya Bobby dalam mewarnai dinamika dan wacana menuju Medan 1. Pun nama Bobby sudah hangat dibicarakan banyak kalangan pengamat, akademisi hingga paktisi politik dalam konstalasi Pilwakot Medan.

Tinggal saat ini, bagaimana Bobby Nasution bisa secara tepat memilih siapa yang akan mendampinginya menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Medan 2020-2024. Pun dalam relasi antara pelaksana birokrasi (birokrat) dengan dengan politik tidak bisa dipisahkan baik dari tingkatan politik nasional dan lokal. Sebab, peran dan kontribusinya dianggap telah terfragmentasi menjadi sebuah kekuatan politik yang menjadi ceruk tersendiri dalam meraih dukungan pemilih pada setiap pertarungan elektoral.

Seluk beluk pengetahuan birokrasi, potensi memobilisasi kekuatan ASN dan budaya patronase membuat praktek-prektek politis kerap terjadi di lingkungan birokrasi ketika pemilu berlangsung. Utamanya menyangkut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti; Sekretariat Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat hingga Lurah kerap menjadi sasaran empuk, baik kandidat penantang atau petahana dalam meraih suara. Pada titik ini, sepertinya Bobby akan mempertimbangkan seorang birokrat atau mantan birokrat untuk mendampinginya.

Alasan historisnya, utamanya sejak keran pilkada langsung dibuka sejak tahun 2005. Keterlibatan langsung birokrat yang maju menjadi calon Walikota atau Calon wakil Walikota di Medan menjadi kekuatan yang tidak terbantahkan untuk meraih ceruk suara.

Bakal calon yang berasal dari kalangan birokrat pun menjadi magnet tersendiri, mengingat Kota Medan identik dengan brandKota Para Ketua” menunjukan relasi kuasa antara atasan dan bawahan dalam struktur organisasi atau birokrasi bertautan dengan tingkat kepatuhan junior terhadap senior.

Pun keterlibatan birokrat maju di Pilkada Kota Medan membuat segala sesuatu yang berkaitan dengan informasi permasalahan kota dan solusi penyelesaiannya bisa segera diakses sebagai landasan visi, misi dan program saat running kampanye pilkada. Bukti nyatanya, kombinasi antara pengusaha dengan birokrat, politisi dengan birokrat atau birokrat dengan birokrat kerap memenangkan seluruh pertarungan politik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Medan pada 3 (tiga) edisi terakhir.

Misalnya; Keberhasilan pasangan Abdillah (pengusaha) yang berpasangan dengan Ramli (Birokrat/Mantan Sekda Kota Medan) menjadi pemenang Pilkada Kota Medan untuk periode 2005-2010. Kemudian, pasangan Rahudman Harahap (Birokrat/Pejabat Walikota Medan) dan Dzulmi Eldin (Birokrat/Mantan Sekda Kota Medan) menjadi pemenang Pilkada Kota Medan untuk periode 2010-2015. Lalu yang terakhir, pasangan Dzulmi Eldin (Petahana Walikota) dan Akhyar Nasution (Politisi PDI Perjuangan) yang memenangkan Pilkada Kota Medan untuk periode 2015-2020.

Nama Potensial Mendampingi Bobby

Hipotesis awal dalam konstalasi bursa bakal Calon Wakil Walikota Medan untuk Pilkada 2020 adalah akan muncul kandidat yang berasal dari kalangan birokrat. Asumsinya tentunya berkaitan dengan pengalaman di 3 (tiga) edisi pilkada terakhir yang salah satu dari Walikota atau Wakil Walikota terpilih Kota Medan salah satunya adalah seorang mantan birokrat.

Berdasarkan analisis kapasitas dan kapabilitas bursa Wakil Walikota Medan, sampai saat ini setidaknya ada 5 (lima) nama birokrat dan mantan birokrat yang berpotensi muncul mendampingi Bobby Nasution dalam konstalasi Pilkada Medan 2020, yaitu ;

Pertama, M Husni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan. Kemunculan M Husni di bursa Wakil Walikota Medan 2020 tentu bukan hal yang baru.

Sebab pada Pilkada Kota Medan 2015, nama M Husni sempat digadang-gadang mendampingi Dzulmi Eldin sebelum namanya bergeser oleh Akhyar Nasution menjadi Calon Wakil yang diusung oleh PDI Perjuangan saat itu. Artinya dengan absennya Dzulmi Eldin di Pilkada tahun depan karena telah menjadi tersangka di KPK.

Nama M Husni kemungkinan akan didorong. Lebih lagi, berdasarkan hitung-hitungan umur pensiun dari ASN, masa pensiun M Husni menyisakan 2-3 tahun lagi. Artinya kemunculan nama M Husni dalam bursa calon Wakil Walikota Medan 2020 sangat mungkin terjadi selain masa pensiun dari ASN. Pun lebih lanjut ia memiliki jaringan dan penguasaan birokrasi yang mumpuni karena pernah menjabat di lingkungan Bappeda Kota Medan dan Dispenda Kota Medan.

Kedua, Wirya Al Rahman yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan menjadi nama yang potensial dipinang menjadi bakal Calon Wakil Walikota Medan. Kemunculan nama Wirya di bursa bakal calon Wakil Walikota bukan tanpa alasan.

Disamping penguasaan birokrasi karena pernah menjabat berbagai jabatan strategis di lingkungan SKPD Kota Medan. Wirya juga memiliki jaringan yang luas di Kota Medan, terlebih ia merupakan ipar dari Kapolda Sumatera Utara.

Ketiga, Muslim Harahap yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan juga berpotensi diajak menjadi bakal Calon Walikota Medan. Disamping menguasai seluk beluk kepegawaian di Kota Medan, Muslim juga dianggap mewakili semangat transparansi di Kota Medan karena beberapa kali bicara di media terkait pelaporan harta kekayaan  pejabat Pemko Medan ke LHKP.

Keempat, Mhd Syafi’i yang merupakan seorang birokrat, Mantan Bendahara Pemprovsu di era Syamsul Arifin yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Perguruan Asy-syafi’iyah Internasional Medan. Kemunculan nama Mhd Syafi’i bukan sesuatu yang baru mengingat dirinya sudah wara-wiri ke pelbagai partai politik di Kota Medan sejak oktober 2019 lalu.

Kelima, Zulkarnain Lubis yang saat ini mejabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan. Kemunculan nama Zulkarnain tentu menjadi kekuatan tersendiri, utamanya penguasaannya terhadap big data kependudukan di Kota Medan yang diperlukan bakal calon yang ingin maju sebagai mapping potensi pemilih.

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung.

Peta Politik Pilkada Simalungun 2020

amran-sinaga-anton-saragih-gidion-purba
Para bakal calon Bupati Simalungun yaitu : Amran Sinaga, Anton Ahmad Saragih dan Gideon Purba (Sumber foto : http://www.faseberita.id)

Oleh : Anwar Saragih (Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung)

Pendaftaran bakal pasangan calon untuk Pilkada Serentak 2020 menyisakan waktu 5 (lima) bulan lagi. Dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menjadwalkan pelaksanaannya di rentan waktu 16 Juni-18 Juni 2020, kemudian dilanjutkan dengan penetapan pasangan calon pada 8 Juli 2020 dengan masa kampanye 71 hari yaitu 11 Juli-19 September 2020.

Terdapat 270 daerah di Indonesia dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota yang akan melaksanakan Pilkada yang dijadwalkan melangsungkan pemungutan suara pada tanggal 23 September 2020 mendatang. Pun berdasarkan data yang dirilis KPU terdapat 23 kabupaten/kota di Sumatera Utara akan melaksanakan Pilkada tahun ini.

Pilkada Simalungun tentu menjadi salah satu daerah di Sumut yang menarik untuk dibahas, diperbincangan dan diskusikan. Pasalnya, selain jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Simalungun yang terbesar kedua yaitu 625.916 pemilih setelah jumlah DPT Kota Medan yaitu 1.579.354 pemilih. Pun alasan lainnya adalah terkait rasa penasaran masyarakat Simalungun terkait siapa suksesor bupati dua periode JR Saragih yang akan purnatugas tahun ini.

http://siantar.bentengtimes.com/
Bupati Simalungun JR Saragih di Acara Konsolidasi Internal PDIP Simalungun (www.bentengtimes.com)

Lebih lagi, pada pelbagai pemberitaan media, Bupati JR Saragih ikut memanaskan konstalasi politik kala menyebutkan bahwa dirinya saat ini merupakan kader PDI Perjuangan. Pengakuan itu diungkapkannya pada acara konsolodasi internal partai berlambang banteng itu di salah satu hotel yang berlokasi di Kota Pematang Siantar pada 23 November 2019 yang lalu. Senada dengan pengakuan JR Saragih, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simalungun Steven Samrin Girsang menyebutkan bahwa JR Saragih merupakan energi baru bagi PDI Perjuangan.

Tidak hanya itu, jika menilik pelbagai perawakan Mobil Ambulance dan Gedung Puskesmas Pemerintah Kabupaten Simalungun kini telah berubah dari warna putih dan warna biru kini berubah menjadi warna merah.

Fenomena ini semakin menguatkan bahwa secara semiotika JR Saragih menegaskan bahwa dirinya kini bernaung di partai yang identik dengan warna merah berlambang banteng tersebut. Puncaknya tentu dengan hibah tanah seluas 1.000 meter berlokasi di Pematang Raya oleh JR Saragih yang diperuntukkan untuk membangun kantor DPC PDI Perjuangan Simalungun.

Restu JR Saragih

Rasa penasaran masyarakat Simalungun kini semakin memuncak kala nama-nama potensial kemudian bermunculan satu percatu di media dalam mewarnai catur pertarungan menuju Simalungun 1. Seperti ; Anton Ahmad Saragih (Abang JR Saragih), Amran Sinaga (Wakil Bupati Simalungun 2015-2020), Gideon Purba (Sekda Simalungun), Tumbur Napitupulu, Saut Bangkit Purba (Anggota DPRD Sumatera Utara), Ikhwanuddin Nasution (Ketua PKS Simalungun), dan Radiapo Hasiholan Sinaga (Pengusaha).

Nama-nama potensial tersebut tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari restu Bupati JR Saragih. Pasalnya, selain JR Saragih sampai saat ini masih menjadi Bupati Simalungun.

Penguasaan JR Saragih terhadap jaringan birokrasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari tingkatan sekretaris daerah, kepala-kepala dinas, camat hingga lurah/kepala-kepala desa se-Kabupaten Simalungun merupakan kekuatan politik yang menentukan dalam sebuah suksesi kepemimpinan dalam dinamika politik lokal Indonesia.

Tidak hanya itu, sebagai “King Maker” bupati JR Saragih juga memiliki jaringan politik nasional luas yang menegaskan bahwa setiap bakal kandidat yang akan maju di Pilkada Simalungun harus mendapatkan restu darinya sebagai elit lokal.

Peta Potensi Koalisi

Di Kabupaten Simalungun terdapat 50 anggota dewan dengan sebaran kursi untuk periode 2019-2024 yaitu Partai Golkar (9 kursi), PDI Perjuangan (8 kursi), Partai Demokrat (7 kursi), Partai Gerindra (6 kursi), Partai Nasdem (5 kursi), Partai Perindo (4 kursi), Partai Hanura (4 kursi), PKS (2 kursi), PAN (2 kursi), PPP (2 kursi) dan Partai Berkarya (1 kursi).

Merujuk pada undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 yang menegaskan bahwa syarat dalam mengusung pasangan calon kepala daerah yaitu partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20% kursi di DPRD atau 25% suara di pemilihan legislatif (Pileg). Artinya dengan jumlah 50 kursi di DPRD Simalungun, setiap bakal pasangan calon minimal harus diusung oleh 10 kursi.

Pada bacaan saya, secara logis berdasarkan sebaran kursi partai di DPRD Simalungun, kemungkinan akan ada 3 (tiga) kandidat yang akan bertarung di Pilkada Simalungun 2020. Kalkukasi politik berdasarkan penyajian pasangan “pelangi” yaitu kristen-islam dan islam-kristen dalam komposisi calon bupati/wakil bupati kemudian ditautkan dengan kombinasi kesukuan serta ketokohan masing-masing bakal kandidat pun sangat mungkin akan terjadi seperti pilkada Simalungun sebelumnya.

Pertama, Partai Golkar yang memiliki 9 kursi secara matematis tinggal membutuhkan tambahan 1 kursi untuk memenuhi 10 kursi dan mengusung pasangan calon bupati/wakil bupati di Pilkada Simalungun. Namun, persoalannya tidak ada kader internal yang memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi sehingga kemungkinan koalisi besar dengan partai-partai lainnya.

Pada analisis saya Partai Golkar akan berkoalisi dengan Partai Perindo yang memiliki 4 kursi, Partai Hanura yang memiliki 4 kursi dan Partai Berkarya yang memiliki 1 kursi yang jika ditotal jumlahnya 19 kursi.

Kandidat yang mungkin diusung adalah Gideon Purba atau Amran Sinaga. Bahkan jika pasangan ini dipasangkan bisa menjadi kekuatan politik yang kuat mengingat secara etnis dan agama serta jaringan birokrasi sangat mumpuni memenangkan pertarungan Pilkada Simalungun 2020.

Alasannya Gideon Purba secara personal merupakan seorang Kristen-Simalungun telah lama menjadi Sekda di Simalungun dan Amran Sinaga adalah sosok Islam-Simalungun merupakan Wakil Bupati Simalungun periode 2015-2020. Lebih lagi, kedua sosok ini dikenal sebagai “orang dekat” Bupati JR Saragih.

Kedua, PDI Perjuangan yang memiliki 8 kursi bisa jadi partai yang paling penasaran di Pilkada Simalungun. Pasalnya selama  pilkada langsung dilaksanakan sejak tahun 2005 belum pernah sekalipun partai berlambang banteng ini memenangkan Pilkada di Simalungun.

Faktor JR Saragih di PDI Perjuangan menjadi pertimbangan sendiri bahwa kemungkinan koalisi dengan Partai Demokrat yang memiliki 7 kursi dan Partai Nasdem yang memiliki 5 kursi yang jika ditotal berjumlah 20 kursi.

Kandidat yang mungkin diusung adalah Anton Ahmad Saragih atau Saud Bangkit Purba, bahkan jika keduanya dipasangankan berpotensi besar  pula memenangkan Pilkada Simalungun 2020. Pasalnya Anton Ahmad Saragih yang merupakan Islam-Simalungun merupakan saudara kandung Bupati JR Saragih dan Saud Bangkit Purba yang merupakan Kristen-Simalungun adalah caleg terpilih Partai Demokrat 2019-2024 untuk DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan Siantar-Simalungun di Pemilu 2019 lalu meraih 42.171 suara.

Ketiga, Partai Gerindra yang memiliki 6 kursi berpotensi besar mengkonsolodasikan partai-partai islam di Simalungun. Peluang berkoalisi dengan PKS yang meraih 2 kursi, PAN yang meraih 2 kursi dan PPP yang meraih 2 kursi dengan total 11 kursi menjadi potensi yang besar mengingat teritorial wilayah Kabupaten Simalungun yang terbagi atas 2 wilayah besar yaitu Simalungun Atas yang mayoritas penduduknya beragam Kristen dan Simalungun Bawah yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Kandidat yang berpotensi diusung adalah Radiapo Hasiholan Sinaga (Kristen-Simalungun) dan Ikhwanuddin Nasution (Islam-Mandailing) menjadi kombinasi yang cukup ideal.

Pilihan lainnya tentu adalah sosok perempuan Deni Sartika S Ag, M.M., yang juga merupakan mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut menjadi alternatif dalam mendulang suara perempuan dan kelompok pemilih Islam khususnya di wilayah Simalungun Bawah.

Anwar Saragih adalah Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung.

Debat Kedua Pilgubsu : Panggung Untuk Sihar Sitorus

IMG_6419Salah satu kemajuan Indonesia di bidang politik pasca reformasi 1998 adalah rakyat diberikan mandat langsung untuk memilih pemimpinnya di daerah, baik provinsi, kota dan kabupaten. Khususnya sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pilkada yang pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2005.

Lebih lanjut, debat kandidat merupakan momentum para calon untuk bertemu dan beradu gagasan dalam satu forum resmi untuk menyampaikan solusi atas persoalan di daerah. Tidak hanya itu, debat kandidat calon kepala daerah  juga menjadi ajang yang tepat para calon untuk menguatkan pilihan masyarakat dan merebut pemilih rasional yang selama ini belum menentukan pilihan sama sekali.

Pada hari sabtu tanggal 12 Mei 2018 yang lalu Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) memasuki tahapan debat jilid kedua (II). Debat yang diselenggarakan oleh KPU Sumut di Hotel Adimulia Medan ini mengambil thema besar: “Pembangunan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan” sebagai urgensi utama persoalan yang harus diselesaikan oleh pemimpin Sumatera Utara 5 tahun mendatang. Terutama soal ketimpangan ekonomi yang menyangkut pengangguran dan kemiskinan di Sumatera Utara.

Hal ini terlihat dari angka kemiskinan yang masih tinggi di Sumut tahun 2017 yang mencapai 9,28 % dari jumlah penduduk Sumut yaitu 1.326.000 orang. Meski angka kemiskinan turun dari tahun sebelumnya yaitu 1.453.000 orang, namun angka Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Sumut yang secara tidak langsung menunjukkan kecenderungan menurun.

Angka Kedalaman Kemiskinan turun dari 1,714 menjadi 1,499 dan Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,445 menjadi 0,366 pada tahun 2017. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menurun.

Dampaknya angka Indeks Kebahagiaan Masyarakat Sumatera Utara tahun 2017 hanya sebesar 68,41 Pada Skala 0-100. Angka tersebut termasuk rendah karena posisinya hanya diatas Provinsi Papua Barat jika diurutkan dan diperbandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Dimana indikator yang digunakan dalam mengukur indeks kebahagiaan menggunakan refensi tiga  aspek yaitu kepuasan hidup (Life Satisfaction) 34,80%, perasaan (Affect) 31,18%, dan makna hidup (Eudaimonia) 34,02%.

Hal inilah yang disoroti oleh pasangan calon Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus dalam rangkaian debat melawan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah di debat kandidat calon kepala daerah Sumatera Utara kemarin. Pada debat kemarin Sihar Sitorus layak menjadi perhatian khusus karena terlihat jelas lebih menguasai statistik, materi  dan data terkait angka pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di wilayah Pantai Timur, Tengah dan Pantai Barat yang menjadi permasalahan utama provinsi Sumatera Utara.

IMG_6372

Ketimpangan di Sumatera Utara

Tidak bisa dipungkiri, permasalahan utama di Sumut saat ini adalah ketimpangan sosial, ekonomi dan infrastruktur antara wilayah Pantai Timur dan pantai Barat Sumatera Utara.

Bahkan, jika kita merujuk pada indikator ekonomi menunjukkan wilayah Pantai Barat saat ini  tertinggal dibanding daerah Pantai Timur. Produk Domestik Bruto (PDRB) Perkapita daerah-daerah sangat jauh dengan Pantai Timur Sumut.

PDRB Perkapita Pantai Barat tahun 2017 seperti Kabupaten Nias Selatan yaitu Rp. 11.763.472, Kabupaten Nias Rp.16.173.863, Kabupaten Tapanuli Tengah Rp. 16.900.836,  Kabupaten Nias Utara Rp.15.138.638, Kabupaten Nias Barat Rp.12.597.770 dan Kota Gunung Sitoli Rp.20.889.648.

Bandingkan PDRB perkapita daerah-daerah tersebut dengan beberapa kabupaten yang berada di pesisir Pantai Timur seperti Kabupaten Langkat Rp. 25.003.534, Kabupaten Deli Serdang Rp. 29.837.900, Kabupaten Serdang Bedagai Rp   27.264 694, Kabupaten Batubara Rp.52.167.541 dan Kota Medan Rp. 59.236.740.

Melihat angka-angka ini, Sihar Sitorus menjelaskan dalam debat tersebut solusi  ketimpangan antara wilayah Pantai Barat dan Pantai Timur Sumut harus dilihat dari paradigma keadilan dengan efesiensi operasional, investasi, pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR)  perusahaan swasta dan BUMD yang ada di Sumut secara esensial harus memberi proporsi dan perhatian khusus untuk pembangunan wilayah Pantai Barat.

Tidak hanya itu, Menurut Sihar Sitorus dalam rangka pengembangan dan pembangunan di kawasan Pantai Barat yang memiliki potensi besar harus diurus lebih serius dengan jalan pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK). Selanjutnya, pengintegrasian antara proyek-proyek pemerintah pusat dan pemerintah provinsi lebih mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dengan anggaran yang proporsional pula.

Lebih lanjut, pada momentum debat lain, saat Musa Rajekshah menanyakan ihwal pemekaran provinsi Nias kepada Sihar Sitorus. Dengan tegas dan efektif, Sihar Sitorus menegaskan bahwa pemekaran sebuah provinsi merupakan kewenangan pusat dengan ragam kriteria seperti budaya, ekonomi dan geografis. Sihar Storus tidak terjebak dengan pertanyaan pemekaran karena hulu dari permasalahan ketimpangan dan ketertinggalan kabupaten/kota di Nias adalah perhatian yang kurang dari pemerintah selama ini.

Kemudian, Sihar Sitorus menekankan untuk kesejahteraan masyarakat Nias kedepannya akan dilakukan dengan percepatan pembangunan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), struktur pendapatan dan menurunkan angka kemiskinan dengan pengembangan potensi unggulan Kepulauan Nias terkait parawisata.

Panggung untuk Sihar Sitorus

Secara empirik, terlihat jelas debat kedua Pilgubsu kemarin merupakan “Panggung untuk Sihar Sitorus” menunjukan penguasaannya akan persoalan di Sumut. Penyebabnya dalam debat tersebut sangat terlihat jelas bahwa seorang Sihar Sitorus sangat menguasai angka, data dan materi debat. Hal ini didasari oleh pengalamannya selama ini menjadi tenaga ahli Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) yang banyak mengurusi masalah pendidikan, kesehatan dan kemiskinan di Indonesia secara umum maupun secara khusus di Sumatera Utara yang merupakan wilayah asalnya.

Tidak hanya itu saja, Sihar Sitorus yang selama ini pernah belajar ekonomi dan bisnis di Amerika dan Inggris membuat paradigma pemikirannya akan pentingnya data untuk mengukur dan mengalisis persoalan sampai ke akar permasalahan menjadi keunggulan tersendiri yang membuat argumen-argumen debat Sihar Sitorus sulit untuk di bantah baik secara kualitatif maupun kuantitatif .

Pada konteks debat, penguasaan data tentu sangat penting mengingat hal ini menjadi pendukung utama seorang calon kepala daerah untuk berdebat di publik. Apalagi selama ini, debat kandidat kepala daerah sering tak substansi memasuki masalah juga berputar-putar pada permainan kata karena dikuasai oleh bahasa-bahasa metafor yang sifatnya sangat retorik.

Sihar Sitorus  juga telah membuktikan, bahwa sebagai putera asli dari Sumut keadilan dan kesetaraan harus segera diwujudkan sebagaimana amanah konstitusi Indonesia. Sebab, hanya dengan keadilan dan kesetaraan antara wilayah, kaedilan antara individu dan individu, masyarakat dan masyarakat kedepannya kita bisa mewujudkan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Harian Sumut Pos pada hari senin tanggal 14 Mei 2018 halaman 2.

Alam, Pembangun dan Dekade Keserahan

20111001- Tiger's in Indagiri_MG_4549
A log from a deforested area near Bukit Tiga Puluh National Park in Indragiri Hulu District. Greenpeace’s ‘Tiger’s Eye Tour’ was launched to bear witness to the real condition of Indonesia’s forests. Greenpeace is urging the government to review existing concessions and protect peatland and urges industries to implement a zero deforestation policy in their operations. Location : S 00¡50.418′ E 101¡56.236′

Hutan di bakar, Laut di timbun dan Bumi di keruk. Kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana. Sehingga masalah yang berkaitan dengan lingkungan tidak bisa dihindarkan. Harus diakui masalah yang paling mengkhwatirkan di abad ke-21 ini, selain krisis politik dan ekonomi adalah krisis lingkungan. Akibatnya berbagai bencana alam menghampiri manusia seperti banjir, tanah longsor, bencana asap, badai, banjir rob dan gelombang panas. Bencana itu datang dengan sporadis sehingga mengakibatkan kesengsaraan, pemiskinan bahkan kematian. Kerusakan lingkungan terjadi terus-menerus hingga hari ini. Pembangunan menjadi argumen utama sebagai pembenaran apa yang telah dilakukan oleh manusia. Tanpa pernah memperhatikan aspek-aspek ekologis dan dampak yang akan ditimbulkan.

Beberapa waktu terakhir ini kita menyaksikan pemberitaan mengenai distorsi alam yang mengatasnamakan pembangunan tersebut. Laut, Hutan, Pegunungan, Sungai hingga dataran rendah tak luput dari ekspoloitasi yang dilakukan. Di laut kita menyaksikan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan Reklamasi Teluk Benoa, Reklamasi Teluk jakarta hingga Reklamasi Pesisir Makasar. Tidak luput pula rencana pemerintah untuk proyek listrik 35.000 MW yang sebagian besar lokasi dipusatkan di laut. Salah satunya adalah pembangunan proyek ambisius PLTU Batang, Jawa tengah. Sementara itu, akhir-akhir ini kita menyaksikan deforestasi yang semakin parah. Tercatat di era reformasi sejak tahun 1997 hingga tahun 2015 total hutan yang terbakar sudah mencapai 2.089.911 hektare, itu belum termasuk kerusakan hutan akibat ilegal loging, alih fungsi lahan dan perambahan hutan. (Forest Watch Indonesia, 2015)

Selain laut dan hutan, kerusakan lingkungan juga terjadi di berbagai lokasi lain di Indonesia, seperti; sungai, dataran tinggi hingga dataran rendah. Berbagai lokasi tambang didirikan tanpa memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan kearifan lokal masyarakat. Kita menyaksikan bagaimana gunung emas di Timika yang saat ini sudah menjadi terlihat seperti lembah akibat pengerukan. Kita juga menyaksikan bagaimana proses pembangunan pabrik semen di pegunungan Sokolilo, Jawa Tengah tanpa memperhatikan kearifan lokal masyarakat Samin (masyarakat adat). Hingga pengerukan banyak sungai untuk pertambangan pasir besi di berbagai wilayah di Indonesia. Semuanya mengatasnamakan pembangunan.

Dekade Keserakahan
Titik permasalahan lingkungan secara filosofis adalah tidak pernah ada titik keseimbangan relasi manusia dan alam. Manusia merasa memiliki kuasa penuh atas pengelolaan sumber daya alam. Akibatnya terjadi ketimpangan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Manusia akhirnya terjebak dalam dikotomi antroposentrisme dan ekoposentrisme. (Saras Dewi, 2014)

Hal inilah yang akhirnya membuat kebebebasan (freedom) menjadi sebuah ideologi dalam pengelolaan sumber daya. Manusia merasa memiliki kekuasan mutlak atas alam. Kerusakan lingkungan terjadi dimana-mana mengatasnamakan pembangunan, kemajuan zaman dan teknologi. Akibatnya manusia berlomba-lomba untuk mengeksploitasi alam untuk kekayaan pribadi hingga masa dekade keserakahanpun tidak bisa dihindari lagi.

Disinilah titik paling berbahaya, penguasaan geospasial terhadap kapital bisa sangat dominan. Dimana semua informasi dan berbagai jenis data mengenai kenampakan bumi yang meliputi peta tematik datar, peta tutupan lahan, peta risiko bencana, peta zonasi wilayah, dan peta sosial-ekonomi dikuasai hanya segelintir orang saja. Hal inilah yang mengakibatkan pemiskinan secara sporadis.

Peran Stakeholder
Permasalahan ekologi di Indonesia tidak lepas dari permasalahan ekonomi. Bailke dan Brookfield (1987) menyebutkan bahwa “Politik Ekologi sebagai suatu bingkai untuk memahami kompleksitas saling berhubungan antara masyarakat lokal, nasional, politik ekonomi global dan ekosistem”. Dalam mengkaji permasalahan lingkungan terdiri dari 3 unsur yaitu ekonomi, sosial dan ekologi. Artinya bahwa kerusakan alam selama ini tidak lepas dari peran stakeholder seperti negara, pemerintah lokal, pengusaha, LSM, akademisi dan Masyarakat.

Hal ini didasari terkait izin baik itu reklamasi, pertambangan dan Hak Penguasaan Hutan (HPH) merupakan kewenangan pemerintah pemerintah pusat melalui Kementrian terkait seperti Lingkungan Hidup, Kementrian Sumber Daya, Kementrian Kelautan maupun kementrian Kehutanan. Sementara Izin Analisis dampak Lingkungan hidup (AMDAL) dan Izin Hak Penguasaan Hutan (HPH) atau Hutan Taman industri (HTI) berada di Provinsi. Kemudian dalam menjalankan pemanfatan sumber daya dilakukan oleh pengusaha melalui perusahaan. Akademisi berperan dalam proses kelayakan AMDAL, sementara Lembaga Sosial Masyarakat befungsi sebagai lembaga pengawasan serta masyarakat sebagai salah satu objek pembangunan lokasi industri yang tidak kalah penting karena secara ruang dan waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan. Begitu pentingnya peran stakeholder dalam lingkungan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat membuat perlunya sebuah keseriusan dalam pengelolaan.

Kekayaan sumber daya alam merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan, tapi bisa jadi malapetaka jika dikelola dengan penuh keserakahan. Agara sumber daya itu menjadi bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, setiap pemangku kepentingan (stakeholder) menjalankan peran dan fungsinya secara konsisten. Hal ini adalah upaya kita memastikan agar supaya kekayaan sumber daya alam tidak hanya dimiliki segelintir orang saja, tapi untuk segenap tumpah darah rakyat Indonesia. Salam Adil dan Lestari.

Artikel ini diterbitkan dalam OPINI Harian Jawa Pos pada hari Rabu, 13 April 2016

Karena Dia Márquez bukan Rossi. Jadi tidak pantas punya ambisi besar ?

oleh : Anwar saragih

93marquez__s1d4108_original
Disatu sisi kita sepakat memberi nilai 100 untuk seseorang yang kita kagumi. Disisi yang lain kita tidak pernah sepakat di beri nilai 0 karena ketidaksempurnaan kita. Jika kita sepakat dengan nilai 100 lalu kenapa kita tidak pernah sepakat dengan nilai 0.

Proses inilah yang kita nikmati hingga hari ini. Fanatisme membawa kita berdiri pada dunia ketidakseimbangan. Kadang kita terlalu melangkah kekiri, kadang kita melangkah terlalu kekanan. Akibatnya oleng dan tak menentu. Memang begitulah cara kita menjaga identitas bahwa kita bagian dari yang kita idolakan. Sebab, jika kita berdiri pada objektifitas yang nyata maka terkadang kita hanya dianggap sebatas penikmat saja, bukan seorang yang fans fanatik. Ini masalah status bung.

Fanatisme lalu menjadi rutinitas kita dalam berperilaku, bersikap dalam sebuah kompetisi dan mencintai sesuatu. Tetapi ritusnya tidak menghasilkan imajinasi objektifitas nyata. Yang terasa nyata hanya semacam ”Debat kusir” Media Sosial dalam menentukan siapa yang terbaik, lihatlah sejarahnya, Dia menang karena dicurangi, maklum dia tidak fit jadi tidak bisa berbuat banyak sampai-sampai kita membawa-bawa masalah nasionalisme.

“…Dan orang-orang yang terlihat menari akan dianggap gila oleh orang-orang yang tidak bisa mendengar musik” begitulah kira-kira ucapan Friedrich Nietzsche dalam bukunya berjudul Die Geburt der Tragödie.

Malam ini aku merasa banyak orang gila karena Moto GP, karena aku tak bisa merasakan sensasi Moto GP. Mungkin tulisan ini terlalu tolol ditulis orang yang tidak pernah menonton Moto GP. Jikapun pernah paling cuman ikut-ikutan biar gak kelihatan bego. Tentu aneh ikut dalam perdebatan ini. Namun, suasana Kos Wonodri Sendang 3 di Semarang adalah jawaban terpaksanya ikut dalam euforia aneh ini. Perdebatan di kos-kosan menjadi alasan tulisan ini serasa pantas ditulis oleh orang yang sama sekali tidak mengidolakan siapa-siapa di Moto GP.

Perdebatan mengenai tragedi Valentino Rossi “menendang” Marc Márquez di Sirkuit Sepang, Malaysia memenuhi pemberitaan berita terkait Moto GP dalam dua minggu terakhir.

Konspirasi duo Spanyol (Lorenzo dan Marc Márquez), Petisi cabut hukuman Rossi, Marc Márquez mengidolakan Rossi, Lorenzo coba menang curang dan Marquez menghalang-halangi Rossi Juara merupakan topik sangat kuat sensasinya. Sensasi pemberitaan ini bahkan mengalahkan pemberitaan Tyas Mirasih merupakan artis bookingan,  Final Bintang Pantura audisi pencarian bakat dangdut di Indosiar (Kata Ian pasaribu), Ayu Ting Ting putus dengan Shaheer Sheikh (Kata Arby Damanik) karena sisi entertaimentnya yang kelihatannya terlalu lebay.

marquez-crash-rossi-win-_argentina

Minggu, 8 November 2015 akhirnya kita menemukan siapa Juara Moto GP tahun 2015. Jorge Lorenzo akhirnya memenangi kompetisi Moto GP tahun ini. Rossi akhirnya kalah dan harus puas di peringkat ke-2 setelah memulai balapan dari posisi paling akhir dan finish di posisi 4. Namun, suasana debat di Media sosial tidak kunjung selesai. Hujatan, cacian dan Makian untuk Marquez masih terus berdatangan. Sementara pujian untuk Rossi terus mengalir hingga artikel ini dibuat. Fans Rossi masih terus mengelu-elukan bahwa Rossi tetap Legend, bermain sportif dan Petarung.

CTThSpfXIAA7Ywm

Ada hal yang mungkin terlewatkan dari setiap sensasi Moto GP yang kita nikmati dalam minggu-minggu ini.

Ya…ada yang terlewatkan.

Velentino Rossi (36 tahun) merupakan Legenda Hidup Moto GP, “Katanya” Sejak aku masih Sekolah Dasar (SD) Rossi sudah di Idolakan banyak orang. Rossi sudah memenangi 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc pada tahun 1997, sekali di kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009). Begitulah data yang aku temukan dari Wikipedia dan diperkuat teman yang Fans Valentino Rossi.

Tapi tunggu dulu itu masih sementara.
Ya, Sementara.

Keyakinan inilah yang dipegang teguh Marc Márquez (22 tahun) hingga hari ini bahwa dia ingin menjadi yang terbaik sepanjang masa di Moto GP. Sampai saat ini Marc Márquez telah memenangi 4 kali Juara dunia dimana sekali di Kelas 125 CC tahun 2010, Sekali di Kelas Moto2 tahun 2012 dan 2 Kali di Moto GP (2013, 2014). Selisih Juara dunia antara Rossi dan Marc Márquez itu 5 kali Juara. Tentunya, jika ingin menjadi yang terbaik sepanjang masa Marc Márquez harus mengalahkan rekor 9 kali Juara Moto GP Velentino Rossi bukan?

Logikanya sangat mudah, Jika Marc Márquez melepas Rossi meraih La Decima (Gelar ke-10) di Moto GP. Tentunya akan lebih membebankan dirinya untuk menjadi yang terbaik sepanjang masa. Itu sebabnya (mungkin) lebih baik dia melepas Juara Moto GP tahun ini buat Jorge Lorenzo yang hingga saat ini juga telah menjurai 4 Gelar Moto GP. Sebab umur Marc Márquez masih 22 tahun sementara umur Rossi sudah menginjak 36 tahun dan mulai memasuki masa pensiun. Peluang Marc Márquez menjadi pembalap terbaik sepanjang masa terbuka lebar, suka atau tidak suka.

Marc Márquez ingin menjadi yang terbaik sepanjang masa !! dan itu tidak salah !!

Misalnya…ini misalnya….

Ketika Juventus bermain di Final UCL tahun lalu untuk Trebel Winner. Fans Inter Milan “Mendoakan” Juventus Kalah. Sebabnya, agar hanya Inter Milan, satu-satunya Tim Italia yang pernah meraih Trebel Winner. Logic ?

Para penggemar Manchester United tentunya lebih berharap Manchester City menjuarai Liga Inggris daripada Liverpool. Sebabnya, agar Manchester United tetap menjadi pemegang Rekor 20 Gelar Liga Inggris. Logic ?

Para Penggemar Ronaldo tentunya lebih berharap Neymar, Iniesta, atau Suarez yang menangi Ballon D’Or tahun 2015. Agar margin kekalahan Jumlah Bola emas Messi dan Ronaldo jangan terlalu jauh dan Ronaldo masih bisa melampauinya. Logic ?

Tentunya fans Rossi masing menginginkan Rossi yang terbaik dalam sejarah Moto GP. Dan itu Logic

Masih banyak contoh lain…Misalnya…Misalnya…Misalnya….

102899_large
Skenario Nasionalisme Spanyol ? Bukankah Lorenzo itu Fans Barcelona dan sangat mengagung-agungkan Klub catalan Tersebut. Dia suka selebrasi dengan membawa bendera Catalan atau Barcelona. Ada Hal yang unik ketika melihat selebrasi Lorenzo tadi, dia membawa dan mengibarkan Bendera Spanyol. Kita sama-sama mengetahui bagaimana hubungan antara Spanyol dan Catalan. Ya mungkin beban moral yang mengharuskan dia membawanya dan Skenario Nasionalisme masih bisa terjadi.

BGSJZQ0CAAAJ4Vu

Banyak debat yang terjadi. Tapi para anak Kos Wonodri Sendang 3 Semarang Punya pendapat yang berbeda

995284_10201119081519469_1922396811_nBayu Anggara
“Rossi vs Conspirasi, Rossi tetap Juara bagi fansnya”

1918870_106107039402579_3757777_nIan Pasaribu
“Pertarungan Musim yang Fantastis. Rossi yang tidak muda lagi bisa bersaing dengan Rival-rival mudanya. Seperti Arsene Wenger dialah Profesor Sepak Bola (Katanya) Rossi Juga adalah The Doctor bagi penggemar setia. Adapun kontroversi Rossi dengan Marc Márquez dia tetap diintai fansnya. Bukan hal mudah untuk Fans Rossi menerima ini, tapi inilah pertarungan. Karena kemenangan adalah hasil dari pertarungan.

1394235_613837595329207_1521844902_nGerry Altando
“Karena dilemanya banyak pelajar bahkan dari unsur PNS, TNI/Polri (aparatur negara) untuk bangun pagi karena didunia sudah tidak ada keadilan. Acara apel pagipun ditiadakan bro, karena peserta Apel pagi sudah muak dengan dunia ini. Besok hari senin pasti banyak pelajar yang galau. Mereka lupa bawa dasi, topi dan memakai ikat pinggang karena Rossi Kalah. Lorenzo vs Rossi semua yang menang di negara ini curang sama seperti Jokowi vs Prabowo, Jokowi Curang. Kekalahan Rossi ini murni tanggung Jawab Jokowi.

1978698_754464347897231_2097649080_nRoni Simanjuntak
“Nantilah komentarku itu war, aku makan dulu. Udah malam ini, pokoknya tadi keren, makanya kau nonton”

11403292_10204382527298459_3116208096045902893_nArby Damanik
“Respect Buat Rossi”

11427703_805576986164189_6827869878593569541_nHendi Sangapta Saragih
“aku aja gak nonton, ngapai kau tanya aku”

11694891_10200642824109676_5785000163352295923_nNico Handani
“Moto GP tahun ini dan yang terutama seri terakhir adalah penggambaran kehidupan. Dimana, kita gak malu menampilkan kepalsuan dan persekongkolan hanya untuk kemenangan. Yang palsunya lagi, kita ikut dalam Hiporia yang ditampilkan oleh para pembalap”

11230227_10202904771260625_5603976047257443671_nKomang jaya
(tidak memberikan komentar, berhubung berada di Lampung)

10418541_1128332057181011_5615447156831550401_nIvan bakara
“Moto GP menyuguhkan drama yang menarik, ada isu nasionalisme, isu tidak profesional, integiritas dan lain-lain. Yang pasti yang lebih nasionalis dan profesionalis msyarakat Indonesia dukung jagoan-jagoan dalam negeri di kompetisi seperti ini. Doni Tata, Dimas Ekky atau yang Fenomenal Rio Haryanto Juara dunia GP2 (balapan dibawah F1), salam olah raga”

11222108_717040221761549_1351864287945486514_nRizky Pramono (Sementara Rizky tidak memberi komentar karena sedang pacaran)

902108_3407437604726_1854950891_oAji Seno (Aji menutup pintu kamarnya)

539684_580319588652332_1121267644_nFrans Kristanto (Frans masih di Medan)

16895_673231962786709_9174523359128319016_nMas Singgih (Mas Singgih sedang tidak berada di kos)

10801962_893874127289610_3401358989802510938_nBudi Suryaman (Budi masih memikirkan Liverpool)

Ibu Kos, Bu Ines tidak memberi komentar apapun kecuali terkait uang kos.

Terima kasih komentarnya kawan-kawan semua, Salam Ines Company !!! 😀

Arogan itu “Masih” Bernama Cristiano ? (JILID 2)

Anwar Saragih

Twitter : @anwargigi

Ballon-dOr
Embun selalu menjadi penanda, apakah yang akan kita lalui hari ini berguna atau sia-sia. Pada saat kita terbangun di pagi hari, kita menyadari kita masih berada pada rasio subjektifitas yang sangat kuat. Antara baik dan buruk, benar atau salah. Pijakan ini yang masih kita pakai hingga hari ini, kita masih kokoh berdiri pada Lanskap subjektifitas yang sangat kuat. Kita juga masih berpijak pada momentum untuk menilai baik-buruknya seseorang dari hanya pada satu waktu saja. Bisa pada gesture-nya yang kita anggap arogan, Ucapan sombong yang kita dengar pada satu momentum atau Caranya berkomunikasi dengan orang banyak. Subjektifitaslah yang akhirnya menyingkirkan rasio kita memberi penilaian terhadap sesuatu. Meski kita menyadari secara logika bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada manusia yang sempurna, karena setiap manusia punya sisi baik dan buruk. Kita menyadari ini dengan sangat sadar.

0031268-cristiano-ronaldo-780x390
“Mereka iri padaku karena aku terlalu sempurna” Kira-kira begitulah ucapan Cristiano Ronaldo pada tahun 2010. Praktis ucapan itu seperti bumerang bagi Ronaldo sendiri. Berbagai pendapat bermunculan di berbagai forum, media koran dan Tv serta Media sosial yang menganggap Ronaldo selama ini hanya pencitraan saja. Tak jarang hujatan, cacian dan makian berdatangan pada Ronaldo. Bahasa itu masih kita dengar hingga saat ini. Sejak bertahun-tahun lamanya.
Beberapa hari ini dunia di gemparkan tentang pemberitaan mengenai Wartawan perempuan Hungaria bernama Petra Laszlo yang terlihat menjegal kaki seorang Laki-laki paruh baya bernama Osama Abdul Mohsen sambil menggendong anaknya. Mereka merupakan keluarga yang mengungsi ke Hungaria karena konflik yang dialami negara kawasan Timur tengah. Ditengah krisis global yang melanda banyak negara di dunia termasuk Hungaria. Tentunya pengungsi Suriah ini merupakan beban tersendiri untuk Hungaria. Ada banyak protes yang dilakukan oleh masyarakat Hungaria tentang penolakan terhadap pengungsi Suriah tersebut.

Cristiano-Ronaldo-Pemain-Madrid-Temui-Pengungsi-Suriah-yang-Ditendang-Kameramencristiano-ronaldo-491-crying-after-having-missed-his-penalty-in-real-madrid-vs-bayern-munich-in-uefa-champions-league-semi-finals-2012
Entah apa yang dipikirkan Wartawan tersebut hingga sampai hati menendang ayah dan anak itu, Mungkin karena kesal terhadap pengungsi yang menjadi beban negaranya atau wartawan tersebut ingin mendapatkan momentum untuk pemberitaan yang dramatis. Apapun alasannya tentunya ini sangat tidak manusiawi.

Seperti biasa di pagi hari dikala embun sudah meretas menyambut siang. Cristiano selalu membaca pemberitaan mengenai isu-isu yang berkembang didunia ini termasuk pemberitaan pengungsi tersebut. Cristiano yang peka terhadap isu-isu mengenai anak dan kemanusiaan akhirnya tergugah atas apa yang di alami Suriah. Tidak hanya sampai di Ronaldo saja, Berita tentang pengungsi Suriah ini juga sampai ketelinga Presiden Real Madrid Florentino Perez. Entah kebetulan atau tidak pada saat itu Keluarga Pengungsi Suriah bernama Osama Abdul Mohsen sedang berada di Spanyol. Ronaldo kemudian mengundang keluarga tersebut untuk datang mengunjugi Santiago Bernabeu, Aksi tersebut kemudian didukung oleh Florentino Perez yang sangat terbuka menyambut mereka.

Baru di ketahui bahwa Osama Abdul Mohsen adalah seorang pelatih sepak bola di Suriah dan kini sudah menandatangani kontrak menjadi salah satu Klub sepak Bola di Spanyol. Osama Abdul Mohsen yang datang bersama anak-anaknya disambut hangat oleh Florentino di Museum Real Madrid. Di sela-sela kunjungan tersebut juga bertemu Cristiano Ronaldo dan Para pemain Real Madrid yang lain di Veldabebas. Di sinilah Zied ketemu idolanya. Ya..Anak kecil yang ditendang Wartawan Hongaria itu benama Zied. Zied sangat mengidolakan Cristiano Ronaldo. Singkat cerita, Real Madrid akhirnya mengundang mereka menonton pertandingan Real Madrid vs Granada.

real.png w=748&h=318&crop=1
Di Pertandingan Real Madrid melawan Granada kita menyaksikan sebuah pertunjukan yang sangat mengagumkan, bukan pemandangan yang kita lihat seperti biasa. Saat Real Madrid menang dengan margin 4-5 gol melawan tim lawan atau kita menyaksikan parade Cristiano mencetak Lima Gol dalam satu pertandingan. Tapi pemandangan itu ada justru sebelum pertandingan dimulai. Seperti biasanya Cristiano adalah orang terakhir yang memasuki lapangan pertandingan ketika Real Madrid bermain.

049794000_1442732660-refugeespain
Cristiano terlihat menggandeng Zied kelapangan Santiago Bernabeu. Ronaldo masuk ke lapangan menggunakan kaos bertuliskan El fútbol profesional con los refugiados (sepakbola profesional membela pengungsi). Hal itu kemudian mendapat sambutan yang sangat meriah dengan tepuk tangan dari penonton santiago Bernabeu. Hampir sama seperti saat Ronaldo diperkenalkan di Santiago Bernabeu. 6 tahun yang lalu. Tidak hanya itu Real Madrid juga mendukung penuh upaya menyelamatkan pengungsi dan telah mendonasikan 1 juta euro untuk para pengungsi. Pertandingan tersebut akhirnya di Menangkan Real Madrid dengan skor 1-0 lewat Gol karim Benzema.
Osama_Abdul_Mohsen_Real_Madrid-580x325Arogan itu masih bernama Cristiano. Kalimat itu mungkin masih merupakan ucapan yang ada hingga hari ini setelah bertahun-tahun, setelah kita melihat Gesture sombong selebrasi Ronaldo ketika mencetak Gol, Setelah ucapan Ronaldo yang bertahun-tahun lalu atau Setelah tingkah Ronaldo yang diaggap banyak orang selalu egois di lapangan. Hidup adalah perjalanan, Hidup adalah proses. Namun, kita kadang berhenti disatu moment hanya untuk menilai baik-buruknya sesuatu dari satu Lanskap saja.

martunis-cristiano-ronaldo-2-640x368
Saat Tsunami melanda pantai barat Indonesia 11 tahun yang silam, Cristiano pernah datang untuk anak kecil asal Aceh bernama Martunis. 2 tahun yang lalu Cristiano pernah mendonasikan sebagian gajinya untuk anak-anak di afganistan yang terkena ranjau darat akibat peperangan, Cristiano mendonasikan 100.000 euro mengggunakan nama UEFA pada saat itu. Di awal 2014 Cristiano menolong anak balita berusia 10 bulan bernama Erik Ortiz Cruz yang menderita penyakit Neurologis, Cristiano membiayai seluruh biaya operasi bayi tersebut. Serta Pasca memenangkan Ballon D’Or 2013 Cristiano juga melakukan syukuran dengan mengundang anak-anak yang mengundang Leukimia kerumahnya untuk memberi mereka semangat hidup.

erik-2134163
Kita sedang tidak menghitung amal yang dilakukan Cristiano. Kita saat ini sedang bercerita pada sebuah perjalanan panjang seorang anak manusia biasa. Kerendahan hati seorang anak manusia yang penuh dengan tindakan namun harus mendapatkan cacian dan makian karena Gesture tubuh. Kerendahan hati itu kita lihat dalam sebuah prosesi yang sangat sakral yang hampir semua orang memperhatikannya. 068821900_1442730100-000_DV2131891

Sejak 7 tahun yang lalu, hal yang tidak bisa terelakan adalah ketika semua orang membandingkan siapa yang terbaik Messi atau Ronaldo. Perdebatan itu yang kita jadikan pijakan hingga saat ini. Itu sah saja. Bahasa kita masih sama tentang perdebatan siapa tentang yang terbaik hingga saat ini. Sampai akhirnya sesuatu yang menakjubkan pernah terjadi di Zurich, Swiss.

007813000_1442742428-ronaldo_anak_pengungsi_suriah
Di Sore itu, Saat Senja tiba. Saat kita akan menilai semuanya, apakah yang akan kita lalui hari ini berguna atau sia-sia. Di salah satu kota di Belahan Dunia ini bernama Zurich. Kira-kira 18 bulan yang lalu. Seorang ayah yang disebut-sebut sebagai manusia arogan itu sedang duduk bersama Ibu dan anaknya dalam sebuah Gala Dinner Ballon D’Or. Seorang laki-laki dari planet lain bernama Messi kemudian melawati laki-laki arogan itu. Laki-laki arogan itu menyadari betul keinginan dan obsesi apa yang diinginkan anaknya yang pemalu itu, karena bersama anak itulah dia hidup selama bertahun-tahun. Seorang anak yang ingin bertemu dengan Manusia dari Planet lain. Sebagai seorang ayah, Cristiano sangatlah mengerti apa obsesi anaknya. Ayah yang arogan itu kemudian menunjukan pada anaknya bahwa Messi sedang lewat, dia kemudian berbicara pada anaknya “Nak…Itu Messi mau masuk keruangan Ballon D’Or, orang yang kau idolakan”.

24AF38A600000578-0-image-a-14_1421230956088Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=BCWsFbXhaKs

Anak itu kemudian berlari menghampiri Messi dan berbicara dengannya. Ayah yang katanya Arogan itu lalu berbicara pada Messi yang berjarak 6-8 meter dengannya, disaksikan banyak orang. Ayah Arogan itu berbicara pada Messi : “Messi, anakku selalu melihat Video mu dari Internet dan dia selalu membicarakanmu”. Ayah arogan tersebut tidak sedang berada di titik terendah. Ayah arogan itu sedang menunjukan dia bukan manusia yang berasal dari planet lain. Dia hanya seorang ayah seperti kebanyakan ayah pada umumnya yang sangat menyayangi anaknya. Disinilah letak betapa rasa ego telah dijauhkan demi anaknya. Jika Cristiano sangat menyayangi anak-anak, Arogan itu masih bernama Cristiano ?

Viva Ronaldo !!!

Carnet Madridista 722.587

KITA (MADRIDISTA) DAN PROFESIONALISME PEMAIN REAL MADRID

Anwar Saragih

Twitter : @anwargigi

OBJ3616324_1--644x218--644x362Setiap Jendela transfer dibuka entah itu musim panas atau musim dingin, Madridista selalu di ajak memikirkan siapa yang akan didatangkan. Tradisi yang telah dilakukan sejak terpilihnya Florentino Perez menjadi Presiden di awal 2000-an. Praktis sejak tahun 2000 Real Madrid selalu mendatangkan Mega bintang untuk memperkuat kekuatan. Dimulai sejak tahun 2000 Real Madrid mendatangkan Luis Figo selanjutnya tahun 2001 Zinedine Zidane kemudian tahun 2002 Ronaldo Nazario, 2003 David Beckham, 2004 Michael Owen, 2005 Ramos dan Robinho, 2006 Van Nistelrooy, 2007 Arjen Robben, 2008 van der Vaart, 2009 Kaka, Benzema, Alonso dan Ronaldo, 2010 Ozil, Khedira dan Di Maria, 2011 Coentrao dan Nuri Sahin, 2012 Luka Modric, 2013 Gareth Bale, serta tahun 2014 Kroos dan James di datangkan dengan penuh harapan.

galacticos1

Dalam kurun waktu 15 tahun ini Madridista selalu di manjakan pemain bintang yang namanya sedang naik daun. Praktis membuat keyakinan itu hadir diawal transfer musim panas 2015-2016, bahwa Real Madrid akan kembali setidaknya mendatangkan satu pemain bintang. Harapan itu sebenarnya ada pada transfer David De Gea, setelah sebelumnya kita kehilangan kapten sekaligus ikon klub yang kita cintai Iker Casillas. Namun, dengan berbagai alasan yang membingungkan entah itu karena alasan mahalnya harga David de Gea, Dokumen transfer yang terlambat beberapa menit atau alotnya perundingan antara Real Madrid dan Manchester United karena harus menyertakan Keylor Navas dalam deal kesepakatan. satu hal yang pasti, kita gagal melihat De Gea di Real Madrid dan itu bukan masalah yang harus dipikirkan karena bukan beban.

Praktis musim ini banyak keraguan yang kita rasakan, disamping keraguan kita pada sosok Rafael Benitez sebagai sosok yang kompeten dalam melatih Real Madrid, tentu bukan sebuah aktifitas Transfer yang bagus ketika kita melihat Real Madrid melepas Casillas, Coentrao, Khedira dan tidak memperpanjang masa pinjam Chicarito. Real Madrid bahkan hanya mendatangkan Kiper Casilla, Bek Danilo dan Gelandang Kovavic serta mengembalikan Casemiro dan Denis Cheryshev ke Bernabeu.

Keylor-Navas-presentation-01

Keraguan kita seakan datang, ketika kosentrasi para pemain Real Madrid seakan pecah di pertandingan pertama melawan Gijon setelah hanya bermain tanpa goal di Stadium El Molinon Gijon. Namun, di pertandingan berikutnya Real Madrid berhasil mengatasi Real Betis di santiago bernabeu dengan skor 5:0, dipertandingan tersebut Kiper Keylor Navas berhasil Clean Seat sekaligus mampu menahan Pinalti pemarin Real Betis. Kemenanganpun berlanjut dipertandingan ketiga di kandang Espanyol setelah Real Madrid menang 0:6 lewat 5 Goal Cristiano Ronaldo dan 1 Goal Karim Benzema serta 2 assist Gareth Bale.

Mari kita Move on dan memikirkan hal yang lebih dari sekedar mendatangkan pemain bintang di setiap musimnya, untuk ketiga kalinya berturut-turut Keylor Navas melakukan Cleansheet mengawal gawang Real Madrid. Keylor Navas menunjukan dirinya seorang Profesional sejati setelah didatangkan Real Madrid musim lalu dia menunjukan dedikasi yang tinggi buat Real Madrid. Untuk ukuran pemain yang bersinar di Piala Dunia 2014 menjadi pemain cadangan tentunya bukan sebuah pilihan, namun Keylor ambil kesempatan mengenakan Jersey Real Madrid walaupun dengan konsekuensi tidak menjadi kiper utama.

Setelah dedikasi yang sangat Profesional yang dilakukan Keylor Navas kita menyaksikan Sejarah baru tercipta di Real Madrid setelah Cristiano Ronaldo memecahkan Rekor Goal 228 Legenda Real Madrid Raul Gonzalez. Cristiano Ronaldo saat ini telah mencetak 230 Goal di La Liga di 6 musimnya bersama Real Madrid. Secara keseluruhan disemua kompetisi Cristiano Ronaldo telah mencetak 319 Goal di Real Madrid sementara Raul Gonzalez mencetak 323 Goal, artinya 5 Goal lagi Cristiano akan menjadi pencetak Goal sepanjang masa Real Madrid di semua kompetisi.

12009754_10150915424199953_6879628814734998767_n

Kita di sini tidak sedang membandingkan siapa yang terbaik antara Cristiano atau Raul Gonzales karena keduanya adalah simbol Klub atau menyesali Transfer yang kurang meyakinkan Real Madrid di awal musim ini. Kita sedang berada pada optimisme yang tinggi tentang gelar yang akan dipertarungkan Real Madrid musim ini, seperti biasanya setiap musim, tahta juara dan Final merupakan panggung yang selalu pantas bagi Real Madrid.

Disamping itu Media-media yang selama ini mengkritik Gareth Bale tentang permainannya yang dianggap terlalu egois seakan terbantahkan dengan penampilan dan assist yang di lakukan dlam 2 pertandingan terakhir, Gareth Bale menunjukan jika dirinya juga seorang Profesional sejati setelah penampilannya yang cukup meyakinkan diawal musim ini.

image

Sergio Ramos juga telah memperpanjang kontrak hingga tahun 2020, artinya Kapten Real Madrid akan kembali ke Nomer punggung 4 setelah Fernando Hierro meninggalkan Real Madrid dan pindah ke Malaga tahun 2003. Kita punya Profesional yang dibutuhkan untuk tetap menjadi yang terbaik.

2B7030AD00000578-3200681-Ramos_posed_with_president_Florentino_Perez_a_shirt_with_2020_on-m-26_1439819812563

Secara Tim, Real Madrid sangat siap menghadapi musim ini, tinggal kita Madridista masih memiliki bahasa yang sama tentang apa itu Madridismo. Tentang semangat, kebanggaan dan harga diri yang dijunjung dalam semangat Madridismo. Kita tidak sedang menyesali apapun, kita juga tidak sedang merayakan apapun karena musim ini Real Madrid nihil Gelar. Kita bahkan selama 15 tahun ini selalu bebas bermimpi siapa yang akan di datangkan Real Madrid disetiap jendela transfer dibuka tapi diakhir musim apakah Real Madrid mendapatkan Gelar kita bahkan tidak bisa memastikan. Kita sudah merayarakan La Decima, Kita juga sudah gagal berkali-kali di Fase Knock out Liga Champions.

Satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah tetap setia dalam memberi dukungan. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang besar sementara yang mendasar terabaikan, Setiap Madridista tentu memiliki caranya sendiri-sendiri dalam memberikan perhatian demi Real Madrid selalu mendapatkan kemenangan. Namun, optimisme dan kesetiaan pada Real Madrid-lah yang tak boleh kita lupakan.

Anwar Saragih

Carnet Madridista 722.587

Madrid Medan, 5 Tahun penuh Harmoni

Anwar Samoth Saragih

Twitter : @anwargigi

IMG_7952

Usia Real Madrid saat ini telah menginjak 113 tahun, sebuah umur yang panjang, renta, berkerut, tua dan lusuh jika dia diibaratkan sebagai umur manusia. Real Madrid bukan manusia, Real Madrid adalah peradaban. Meski tidak memiliki nafas seperti manusia, Real Madrid memiliki cinta yang membuatnya abadi, tak lekang oleh waktu, juga tak mengenal kata renta. Sebelum dunia ini berisi kehidupan, energi pertama dan energi paling purba yang dimiliki bumi adalah nafas. Setelah seseorang bernafas, cinta kemudian tumbuh setelahnya. Umur Nafas lebih tua daripada umur cinta tapi dengan berakhirnya nafas tidak membuat cinta berakhir, cinta bisa dialirkan melalui genetik, cinta bisa diwariskan melalui kebiasaan. Seorang anak tidak akan berhenti mencintai ayahnya ketika ayahnya meninggal atau sebaliknya, seorang laki-laki tidak akan otomatis membuat berhenti mencintai pasangannya ketika pasangannya telah meninggal atau sebaliknya. Berakhirnya nafas tidak akan membuat cinta berakhir. Begitulah Cinta jika diuraikan secara Filosofis.

420605_308540562545926_272998052766844_814838_1480285124_nhbs  nobar
Madrid Medan merupakan bentuk pelembagaan rasa cinta Madridista di kota Medan. Usia Madridista di kota Medan setelah dilembagakan bernama Madrid Medan (Pena Real Madrid de Indonesia Medan) telah menginjak 5 Tahun. Usia Madrid Medan tidak serenta Real Madrid yang telah berusia 113 Tahun, Usia Madrid Medan saat tulisan ini dibuat bahkan masih balita. Namun, dalam 5 tahun ini Madrid Medan telah melalui banyak cerita, banyak dinamika dan tetap berusaha eksis ditengah menjamurnya Komunitas penggemar sepak bola di Kota Medan. Cinta pada Real Madridlah alasan utama mengapa Madrid Medan masih eksis hingga detik ini, 5 tahun.

IMG_55349Y1BCRqaIMG_4535IMG_0745IMG_7080
2010
Sejarah itu dimulai pada tanggal 30 Juni 2010 bersamaan dengan kedatangan Jose Antonio Reyes di kota Medan dalam acara Intersport Gudang Garam yang pada saat itu sebagai salah satu Sponsor Utama Piala Dunia Afrika Selatan tahun 2010. Jose Antonio Reyes merupakan pemain pinjaman Real Madrid musim 2006/07 yang juga turut mempersembahkan Gelar Liga ke-30 untuk Real Madrid di musim tersebut. Semangat kedatangan Jose Antonio Reyes yang juga Madridismo dijadikan Momentum seorang penggemar Real Madrid benama Jannes Simanjuntak untuk mendirikan Madridista di Kota Medan. Pertemuan demi pertemuan sejak tanggal 30 Juni 2010 terus dibangun oleh Jannes Simanjuntak bersama teman-teman Madridista yang lain. Namun, sejalan dengan perkembangan komunitas ini ada kendala yang akhirnya membuat Madrid Medan mandeg. Ya, Pendiri (Founder) Madrid Medan Jannes Simanjuntak harus meninggalkan kota Medan karena alasan pekerjaan. Belakangan diketahui bahwa beliau bertugas di Batam dan saat ini menjadi El Presidente (Ketua) Madridista Batam. Gracias Founder.
2011

Adi Nugroho
Pasca Jannes Simanjuntak meninggalkan Kota Medan, secara intensitas kegiatan Madrid Medan Mengalami kevakuman. Roda organisasi tidak berjalan sepenuhnya, sampai akhirnya disepakati Madrid Medan mulai berbenah secara Struktur keorganisasian. Pilihan pada saat itu adalah membentuk kepengurusan pertama yang akhirnya membuat terpilihnya Adi Nasution sebagai ketua (El Presidente) Madrid Medan. Adi Nasution tercatat sebagai Ketua Madrid Medan yang pertama. Dibawah kepemimpinan Adi Nasution kegiatan komunitas seperti Futsal dan NoMad (Nonton Madrid) mulai berjalan, meskipun intensitasnya masih belum maksimal. Sampai akhirnya Madrid Medan mengalami kemandeg-an kembali karena Adi Nasution harus berangkat ke Jakarta. Madrid Medan kembali kehilangan sosok kepemimpinan.Teman-teman Madrid Medan seperti Chiko Tarigan dkk akhirnya kembali melaksanakan pemilihan dan terpilihlah Anhar Fahlevi sebagai ketua Madrid Medan yang baru.

IMG-20120115-00150
Berkembangnya Madrid Medan dimulai sejak kepemimpinan Anhar Fahlevi yang pada saat itu mulai memaksimalkan Media sosial facebook dan twitter dalam mengumpulkan anggota Madrid Medan. Titik paling sentral Madrid Medan terjadi dibulan September-Desember 2011 Madrid Medan sangat maju sejak kedatangan Panji Yudha Nugraha, Searca Agung Nugroho, Eka keliat, Ade Syah Lubis, Dendy Muhara, Dimas Tri Adji, Irul Subakti, Rizki Aditia, Vindy Fadhilla Nasution (Ninas Pertama), Ajijul Hakim, Aldisa, Rachman Randi (Ucil), Muktar, Vaujan Tyo, Ivan Agnar, Penulis (A) dan teman-teman yang lain.
2012

Pengurus MI medan 2012
Pasca Libur tahun baru 2012 Komunitas ini terus berbenah di segala Lini, apalagi efek domino perkembangan komunitas di kota Medan berimbas pada pesatnya perkembangan Madridista Medan. Di akhir Januari 2012 kembali terjadi dinamika dalam struktur kepengurusan Madrid Medan dan memaksa terbentuknya kepengurusan yang baru di komunitas ini. Bertempat di KFC Walikota akhirnya diputuskan Panji Yudha Nugraha menjadi Ketua Madrid Medan yang baru, Terpilihnya Panji merupakan bentuk legowo Anhar Fahlevi yang sebelumnya banyak kesibukan diluar Komunitas.

IMG00813-20120129-1631

Pada tanggal 29 januari di Kafe Kopi Cangkir Jalan dr. Mansur dibentuk dan dilantiklah kepengurusan baru Madrid Medan. Pelantikan kepengurusan Madrid Medan pelantikan itu dihadiri 2 Ketua Madrid Medan sebelumnya Adi Nasution dan Anhar Fahlevi. Pasca terbentuknya kepengurusan baru komunitas ini mulai rutin melaksanakan event-even mingguan seperti Fun Futsal dan Nomad, disamping itu komunitas ini komunitas ini secara internal semakin terkonsolodasi dengan event-event momentum seperti buka bersama saat bulan puasa dan acara-acara amal. Madrid Medan juga resmi memiliki Base Camp, saat itu Base Camp Madrid Medan di TBM Puja Kesuma dijalan Air Bersih yang merupakan milik penasehat Madrid Medan Searca Agung Nugroho. Hampir semua kegiatan Madrid Medan di konsep dari tempat itu.

IMG_1708
Hubungan antara kepengurusan pusat (Madrid_indo) mulai dijalin dengan sangat bagus. Bahkan Madrid Medan merupakan regional resmi pertama Madridista (PRMI) di Pulau Sumatera. Wujud nyata lainnya Madrid Medan mengikuti event yang dilaksanakan oleh kepengurusan pusat @Madrid_Indo yang pada waktu itu melaksanakan Gathering Nasional di Jogyakarta. Member Madrid Medan seperti Panji Yudha Nugraha dan Dimas Tri Aji menghadiri event tersebut. Hal yang paling Fantastic tentunya saat Panji Yudha Nugraha memenangkan undian dua kelinci yang mempersembahkan Jersey Original Real Madrid Musim 2011-2012 bertandatangan 22 pemain Real Madrid. Sekembalinya Panji Yudha Nugraha dan Dimas Tri Aji dari Yogyakarta mereka juga membawa oleh-oleh berupa informasi bahwa @Madrid_Indo telah resmi menjadi Official Pena Suporter Real Madrid di Indonesia dengan nama Pena Real Madrid de Indonesia (PRMI) dan memperkenalkan Madridista anthem ke teman-teman member Madrid Medan.

IMG_2555
Di Bulan Agustus 2012 Madrid Medan mengikuti turnamen Futsal yang diselenggarakan komunitas suporter klub eropa seperti CISC (Chelsea), ICI Moratti (Inter Milan) dan lain-lain. Saat itu Madrid Medan berhasi menjadi Juara 3 Turnamen tersebut dan menempatkan Member Madrid Medan Ajo sebagai Tops Score Turnamen tersebut.

IMG_4535
Di akhir Oktober 2012 timbul keinginan melaksanakan sebuah acara dengen konsep kekeluarga untuk mempererat hubungan personal di Madrid Medan. Akhirnya terlaksanalah Gathering Madridista Se-Sumatera Utara di Parapat View Hotel 15-16 Desember 2012. Acara itu terbilang sangat sukses dan berhasil mempererat hubungan antar Member Madrid Medan.

IMG_8467
2013
Tahun ini merupakan tahun yang cukup bagi Madrid Medan. Namun, bisa dibilang di tahun ini Madrid Medan mengalami pelajaran yang sangat luar biasa. Ditahun ini Madrid Medan pernah menyelenggarakan event Nonton Bareng yang dihadiri 1.000 orang pada waktu Nonton bareng Real Madrid vs Manchester United di Mie Ayam Mahmud Jalan Abdullah Lubis Medan. Saat itu Madrid Medan menjamu 3 komunitas besar suporter Manchester United yang ada di Medan seperti United Indonesia, Indo Manutd dan United Army. Bisa dibilang itu merupakan Nonton bareng komunitas bola terbesar di kota Medan di tahun itu.

IMG_4783IMG_4769
Namun, Terjadi dinamika yang sangat kuat dan tak terelakkan di Komunitas pasca perayaan Anniversary Madrid Medan yang ke-3 di Paddock (sekarang Bens Cafe) di Jalan Dr. Mansur. Terjadi gejolak panas tentang transparansi kepengurusan pada saat itu. Beberapa pihak di internal Madrid Medan beranggapan itu merupakan tanggung jawab Ketua Madrid Medan Panji Yudha Nugraha. Tuntutan utamanya Ketua harus melakukan laporan pertanggung jawaban didepan seluruh Member, setelah itu ketua harus di ganti.

IMG_1912
Selama berbulan-bulan terjadi talik ulur di dalam intenal komunitas ini. Pada akhir 2013 akhirnya sekitar 50% member Madrid Medan mengundurkan diri dari Madrid Medan, Teman-teman tersebut akhirnya mendirikan Pena baru di kota Medan. Pena Madridista Indonesia kota Medan. Sampai saat ini kita sangat menjalin hubungan baik dengan Mereka.
2014

By2GeZMCUAAtrRkIMG_0852
Pasca keluarnya beberapa member dari Madrid Medan sejujurnya Madrid Medan harus berjuang keras untuk membangun komunitas ini kembali. Akun Media Sosial Twitter di sepakati ditutup untuk tujuan saling menghargai, artinya di awal 2014 Madrid Medan tidak punya akun Twitter. Strategi kemudian dirubah demi eksistensi komunitas ini, apalagi dalam hitungan minggu akan terselenggara Gathering Sumatera yang ke-2 dimana Madrid Medan menjadi Tuan Rumahnya. Strategi bangkitnya Madrid Medan adalah dengan cara penguatan Ninas Medan yang pada waktu itu diketuai oleh Fatimah Zahra dan digalakkan bersama teman-teman yang lain seperti Rizka, Wanda Sirait, Siska Yuspitasari, Puteh, Bibi Ritonga, Miftahul Farida, Rena Ginting (Bunda), Uma, Wika Sinaga, Chanoy, Syahri Rahmadani dan lain-lainnya. Para Ninas tersebut berlatih Chants yang dimulai di Pendopo USU. Strategi lainnya adalah rutinitas salah seorang member Madrid Medan (A) menulis artikel-artikel seputarReal Madrid.

BlwcUbLCAAAUQ1_
Hal paling Membanggakan tentunya keberhasilan Madrid Medan sebagai Tuan Rumah Gathering Sumatera 2 di Parapat, 18-20 April 2014. Acara tersebut juga masuk Website Resminya Real Madrid dan kita bangga tentang apa yang kita laksanakan.

CDFfs-bUsAEdHguBlwDhtiCMAAjxpq
Pasca Gathering Sumatera 2 PRMI di parapat kembali terjadi dinamika di Internal Madrid_Medan yang memaksa lengsernya Panji Yudha Nugraha sebagai ketua Madrid Medan dan diselenggarakan Musyawarah Luar Biasa. Bertepat Bens Cafe yang memutuskan Chiko Tarigan sebagai Ketua Madrid Medan yang baru. Bersama Pengurus yang lain yang sangat luar biasa seperti Ali Nasution, Zai Lubis, Taufik Maulana, William, Alvi, Fadel, Rena Ginting (Bunda), Syahri, Wika Sinaga, Hawari, Irul, A, dan teman-teman yang lain Madrid Medan menuju keniscayaan semakin berkembangnya Madrid Medan.
2015

IMG_7387IMG_7435
Tahun 2015 telah berjalan 6 bulan, Madrid Medan masih menyelenggarakan Futsal rutin dan acara Nomad. Hal yang paling mengharukan tentunya terselenggaranya perayaan bersama Anniversary Real Madrid yang ke-113 ditengah sebuah eksistensi yang kian matang. Perayaan tersebut sangat special dan mengharukan karena perayaan tersebut merupakan kombinasi antara PRMI Medan dan PMID Medan, sebuah kerinduan yang bisa diwujudkan. Kombinasi tersebut mengingatkan kembali kebersamaan beberapa tahun yang lalu, juga menjadi optimistik tentang eksistensi komunitas ini kedepannya. Demikianlah sejarah singkat perjalanan Madrid Medan dari 2010 hingga saat ini.

IMG_7238
Pada kondisi optimistik itu, tetap ada sedikit kekuatiran, bahwa Madrid Medan sebagai sebuah komunitas fans club, dengan tuntunan eksistensi, kekompakan dan kejujuran harus terus berarung melawan rasa egoisme yang tinggi diantara seluruh member. Madrid Medan tentunya terus berbenah dengan evaluasi kesalahan masa lampau, kesalahan tersebut di proyeksikan menjadi pelajaran untuk mengurus dan membesarkan nama Madrid Medan di kota Medan bahkan di seluruh pelosok tanah air di Indonesia.

IMG_7249IMG_7022
Ada yang datang, ada pula yang pergi. Begitulah siklus kehidupan didunia komunitas. Tidak ada ikatan baku tentang aturan, satu-satunya ikatan yang dimiliki oleh seluruh member komunitas ini adalah rasa cinta terhadap Real Madrid. Walaupun anda, saya dan kita semua kelak tidak lagi berada di komunitas ini setidaknya ketika kita mengingat Real Madrid kita akan mengingat sedikit tentang Madrid Medan. Sebuah keluarga, sebuah kebersamaan dan mimpi. Dalam 5 tahun ini kita pernah menangis bersama saat kekalahan-kekalahan Real Madrid di kompetisi CDR, Liga maupun Eropa. Kita bahkan pernah mengurangi jam tidur kita bersama komunitas ini, menyisihkan uang kita untuk komunitas ini dan rela melakukan banyak hal untuk komunitas ini. Kita Juga pernah merasakan kebahagiaan tiada tara, saat kita sama-sama merayakan La Decima.
Komunitas ini terus berbenah dengan segala keterbatasannya, semangat-semangat yang baru terus datang untuk menjawab semangat tertunda teman-teman yang tidak lagi berada di Komunitas ini. Harapan kita untuk Madrid Medan tidak hanya berhenti sampai disini. Harapan kita bersama adalah umur Madrid Medan selalu tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya umur Real Madrid yang tidak lekang oleh waktu. Tulisan ini terlalu singkat untuk mendeskripsikan sejarah Madrid Medan, sebab butuh satu, dua, tiga bahkan empat buku untuk menjabarkan secara detail sejarah komunitas ini. Namun, kita masih punya mimpi, kita masih harus menciptakan sejarah kita masing-masing di komunitas ini, agar Madrid Medan benar-benar abadi. Tercipta harmoni, persahabatan, kekeluargaan di komunitas ini bahkan sudah ada yang berkeluarga karena dipertemukan di komunitas ini.
Selamat Ulang Tahun Pena Real Madrid de Indonesia Medan (Madrid Medan)

Horas Madrid, Hala Medan !!!

Anwar Saragih

Carnet Madridista 722.587

SURAT TERBUKA UNTUK FLORENTINO PEREZ

 Anwar Samoth Saragih

Twitter : @anwargigi

1426170182_369118_1426170246_noticia_grande-620x435

Dear Mr. Presiden

Rasanya sulit menggambarkan perasaan saya sebagai madridista hari-hari ini Mr. Presiden. Setelah Real Madrid kehilangan kesempatan mempertahankan Copa Del Rey, Gagal di Semifinal Liga Champions dan Gagal meraih gelar Liga, saya cukup merasa kebingungan sendiri. Saya harus mengumpulkan banyak energi dan keberanian. Apakah saya pantas mengkritik kebijakan bapak di Real Madrid akhir-akhir ini. Setelah apa yang bapak berikan untuk klub ini selama 12 tahun bapak berkuasa, tidak ada yang bisa meragukan itu. Saya percaya untuk saat ini bapak adalah Madridista nomor satu di dunia, Bapak adalah pimpinan Socio tertinggi Real Madrid dan Bapak telah memberikan segalanya untuk klub ini, sehingga anda pasti tahu apa yang terbaik untuk Real Madrid.

url

Anda mulai berjuang untuk menjadi Presiden Klub ini 20 tahun yang lalu 19 Februari 1995. Anda memberanikan diri menjadi penantang Presiden Incumbent Real Madrid Ramon Mendoza pada saat itu, Namun anda harus kalah dalam pertarungan melawan Ramon Mendoza. 5 tahun kemudian atau musim panas tahun 2000, Pada saat Real Madrid mengalami masa-masa yang sulit karena Real Madrid sedang dililit utang dan mengalami krisis Finansial anda menjadi penyelamat untuk Real Madrid. Musim 1999-2000 sebenarnya musim yang sukses untuk Real Madrid karena kita meraih La Oktava (Liga Champions ke-8). Namun, titik kesuksesan klub tidak sejalan dengan keseimbangan keuangan Real Madrid. Keuangan Real Madrid mengalami Defisit besar.

Anda (Florentino) datang sebagai Penyelamat Klub ini. Anda akhirnya terpilih menjadi presiden pada Juni 2000, setelah syarat untuk menjadi Presiden harus memiliki dana talangan minimal 58,5 juta € anda penuhi. Suara Mayoritas 92,4% Socio (pemegang hak suara) di Real Madrid akhirnya memilih anda. Anda kemudian membangun konsep pengembangan Brand (Merek) sebagai salah satu solusi untuk kejayaan Real Madrid di Masa depan dengan format Los Galaticos. Pada tahun 2000 anda membelikan Luis Figo untuk Real Madrid sekaligus memecahkan Rekor Transfer Dunia. Pada tahun 2001 anda mendatangkan Zidane seharga 75 Juta euro sekaligus memecahkan Rekor pembelian yang anda buat sendiri untuk membeli Luis Figo.

a.espncdn.com

Tahun 2002, La Novena (Liga Champions ke-9) akhirnya datang juga di Santiago Bernabeu. Pasca memenangkan Liga Champions, Tahun 2002 anda mendatangkan Ronaldo Nazario untuk Real Madrid dan berujung kepada kita meraih liga yang ke 29 pada musim 2002-2003. Di akhir Musim 2002-2003 anda membuat sebuah keputusan yang sampai hari ini banyak orang tak mengerti apa lasannya. Pada saat itu Real Madrid berhasil menjuarai Liga tapi anda memecat Vicente Del Bosque yang telah memberikan kita 2 La Liga dan 2 Liga Champions. Anda kemudian menjual Makelele, salah satu yang menurut saya pemain paling penting pada saat itu. Anda kemudian membeli David Beckham untuk Real Madrid. Saya sangat paham, anda jauh lebih mengerti Real Madrid daripada saya namun pada saat itu Real Madrid sudah memiliki Luis Figo yang posisinya sama dengan Beckham yang berujung pada Real Madrid membuang Makelele ke Chelsea pada saat itu. Menurut saya itu adalah sebuah kesalahan.

Pasca pembelian Beckham yang tujuannya hanya untuk Brand Bisnis, membuat Real Madrid dalam kondisi keterpurukan. Bayangkan saja dimusim 2003-2004, 2004-2005 dan 2005-2006. Real Madrid tidak mendapatkan gelar apapun alias Nihil Gelar. Bapak (Florentino) akhirnya mengundurkan diri pada 27 Februari 2006 dan digantikan Presiden Carteker Real Madrid sampai akhirnya Juli 2006 digantikan Presiden Terpilih Ramón Calderón.

Setelah 3 tahun kepemimpinan Ramón Calderón dari 2006-2009 tepat 1 Juni 2009, Anda (Florentino) datang kembali dan terpilih menjadi Presiden Real Madrid. Anda kemudian melanjutkan Tradisi Galaticos yang anda anut. Anda membeli Kaka, Ronaldo dan Benzema tahun 2009, ditahun itu anda bahkan memecahkan Rekor Transfer yang anda buat sendiri untuk membeli Cristiano Ronaldo sebesar 94 juta euro dan itu memecahkan Transfer Zidane pada tahun 2001. Tahun 2010 Anda mendatangkan Jose Mourinho pelatih yang sebelumnya memenangkan Trebel untuk Inter Milan yang berujung pada pemecatan 23 Mei 2013. Pada musim panas 2013 Anda (Florentino) mendatangkan Gareth Bale sekaligus memecahkan rekor Transfer yang lagi-lagi anda buat sendiri untuk membeli Ronaldo tahun 2009.

a.espncdn.comggg

Ambisi terbesar Real Madrid sejak 2002 sampai 2014 adalah La Decima. Kita pernah punya 8 Pelatih dimasa kepemimpinan Florentino Perez mulai dari Vicente Del Bosque, Queiroz, Camacho, García-Remón, Luxemburgo, López Caro, Pellegrini sampai Jose Mourinho. Juni 2013 Real Madrid mendatangkan Carlo Ancelotti, dimusim pertamanya Carlo mendatangkan La Decima un tuk Real Madrid sesuatu yang tidak bisa dibuat oleh pelatih manapun dalam 12 tahun tersebut sekalipun Capello atau Mourinho.

1432580181_extras_noticia_foton_7_0

Tadi pagi, Pukul 01.43 Wib (Waktu Indonesia) saya membaca berita tentang pemecatan Mr. La Decima Carlo Ancelotti. Berita ini sangat memukul perasaan Madridista di dunia Mr. Presiden (Florentino). Ini kejutan yang luar biasa untuk Madridista. Anda tentu masih ingat ketika anda memecat Del Bosque tahun 2003. Sejak tahun 2003-2014 Real Madrid hanya meraih 3 Titel Liga dan tidak meraih gelar Eropa. Bayangkan saja sejak musim 2004-2005, 2005-2006, 2006-2007, 2007-2008, 2008-2009 dan 2009-2010 (6 Musim berturut) kita bahkan gagal di 16 besar Liga Champions, sesuatu yang memalukan untuk klub sekelas Real Madrid. Carlo Ancelotti datang dan berhasil memecahkan mitos Jose Mourinho yang selama 3 musim berturut-turut gagal di semifinal Liga Champions. La Decima datang dan kita berpesta bersama Carlo. Satu tahun yang lalu.

ggg

Mohon maaf atas kelancangan saya memanggil anda dengan sebutan Bapak. Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, Nama saya : Anwar Saragih. Saya berasal dari Indonesia dan bergabung dengan salah satu “Pena” Madridista di Indonesia. Saya terdaftar sebagai Madridista sejak setahun yang lalu. Pasca meraih La Decima, Real Madrid membuat potongan harga (Diskon) untuk terdaftar sebagai Carnet Madridista. Saat itu untuk menjadi Madridista saya hanya membayar 10 € saja. Saya tidak termasuk kedalam orang-orang yang membayar penuh dari 60 € atau 90 € untuk menjadi Madridista. Saya terdaftar dengan Nomer Carnet 722.587. Saya harus menunggu lama untuk terdaftar sebagai bagian resmi fans dari klub yang bapak pimpin karena terus terang untuk menjadi Madridista sangatlah mahal apalagi untuk ukuran nilai tukar mata uang euro di negara saya, Indonesia.

Ketika saya mengetahui bahwa dengan terdaftar sebagai Madridista memberikan ruang kepada saya untuk memberikan Kritik. Saya akan menggunakannya hari ini, saya gunakan pertama kalinya untuk mengkritik anda karena Madridista adalah bagian resmi dari klub ini, meskipun tidak sedominan Socio. Klub ini terdiri dari Dewan Direksi (Socio) yang menentukan pemain yang datang atau pergi, Renovasi stadium, Pelatih yang dipecat atau dipertahankan. Socio memiliki kewenangan penuh atas Real Madrid. Saya sudah mendengarkan pidato pemecatan Carlo Ancelotti mellaui Youtube sore tadi. Anda mengatakan “ini keputusan yang sulit yang diambil oleh dewan direksi, karena klub ini merupakan klub sepak bola terbaik dunia”.

Sejujurnya, saya sangat menyesalkan pemecatan Ancelotti. Namun, saya tidak pernah mengutuki anda dengan kebijakan ini. Sebagai Madridista, Saya percaya bahwa anda selalu ingin memberikan yang terbaik untuk Real Madrid. Dalam waktu dekat anda mungkin akan memberikan Kejutan yang besar lagi kepada Madridista tentang Iker Casillas setelah berita kedatangan De Gea semakin menguat akhir-akhir ini. Saya bukan Ikerista (Penggemar Iker) akan tetapi jika berita kepergian Casillas benar-benar terjadi, ini akan menjadi pukulan yang berat buat madridista diseluruh dunia termasuk saya.

58698_iker-casillas-martin-posando-decima-champions-real-madrid

Saya sangat memohon kepada bapak untuk mengurangi arogansi bapak dalam penentuan kebijakan untuk Real Madrid. Anda adalah presiden Real Madrid sampai 2018 mendatang, ketika anda terpilih kembali Juni 2013 yang lalu praktis tidak ada yang berani melawan anda karena butuh dana talangan 83 juta euro untuk dihibahkan kepada Real Madrid jika ingin menjadi Presiden Klub. Kabarnya pada pemilihan Presiden tahun 2018 dana talangan itu akan bertambah menjadi 120 juta euro, saya menyadari kedepannya hampir tidak ada yang bisa mengalahkan bapak dalam berkuasa untuk Real Madrid. Namun, satu yang harus bapak ingat elemen utama sebuah klub sepak bola adalah Fans, karena fans yang akan datang ke Stadium, membeli Jersey (aseseoris klub), dan lain-lain.

Akhirnya saya harus mengakhiri surat saya ini Mr. Presiden. Semoga anda dapat membaca surat ini, saya akan mengirimkan surat ini melalui email Madridista. Ini merupakan surat terbuka saya untuk bapak, Mungkin yang mewakili perasaan banyak Madridista. Semoga surat ini bisa sampai ke bapak. Semoga bapak dalam keadaan sehat saat membaca surat ini, kami sangat menghormati bapak dan menyangi bapak sebagai Presiden Klub terbaik abad XX. Kami masih ingat bagaimana senyuman bapak mengangkat Tropy Klub terbaik abad XX itu, 15 tahun yang lalu. Semoga musim depan kita selalu meraih kejayaan karena Real Madrid adalah Masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Hala Madrid y Nada Mas.

dd

Anwar Saragih

Carnet Madridista 722.587

 

113 Tahun Real Madrid ? What is Real Madrid ?

Anwar Samoth Saragih

Twitter : @anwargigi

aaaa

“…Madrid, Madrid, Madrid

HALA MADRID !!

y nada más,

y nada más

HALA MADRID !!

Begitulah Sepenggal lirik lagu yang menandai torehan Real Madrid meraih La Decima tahun lalu, Lagu itu Berjudul “Hala Madrid y Nada Más”  Jika kita membuka google translate yang kira-kira berarti “Hala Madrid, Tidak ada yang lainnya” Lagu itu sendiri ditulis seorang produser dan komposer musik keturunan Maroko dan Swedia yang juga seorang Madridista bernama Nadyr Khayat atau populer dengan sebutan RedOne, Syuting video klip “Hala Madrid y Nada Mas” sendiri sudah dilakukan pada April lalu, beberapa minggu sebelum Final Liga Champions Lisbon 2014.

Diantara kita ada yang bisa memberi Jawaban, Andai hari itu Real Madrid dikalahkan Atletico Madrid di Final Liga Champions ? Andai tidak ada Goal Sergio Ramos di Menit ke-92:48 ? Andai La Decima tidak pernah hadir, Apakah lagu “Hala Madrid Y Nada Mas” tetap akan dikumandangkan ? Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini. Bisa saja Iya atau tidak, Satu hal yang pasti Lagu ini begitu terasa sempurna dengan apa yang kita rasakan sampai hari ini, Saat Real Madrid meraih La Decima, Saat penantian 12 tahun itu berakhir indah dan Saat kita menyadari kembali apa itu Real Madrid ?

BwsIZpAIgAAKLSb.jpg large

Saat penantian La Decima belum juga datang we almost forgot that we are still the bestKita hampir lupa bahwa Real Madrid masih yang terbaik di Dunia, La Decima mengembalikan ingatan dunia tentang sejarah besar yang dimiliki Real Madrid, Tentang apa yang pernah FIFA anugrahkan 15 tahun silam, tepat pada Desember 2000, Saat menobatkan Real Madrid menjadi Klub terbaik Abad-20.

aaa

Hari Jumat Tanggal 6 Maret 2015 ini, Real Madrid klub kebanggan kita semua akan berumur 113 Tahun. Sebuah Usia yang tidak muda lagi. 32 Gelar Liga, 19 Copa del Rey dan 10 Gelar Liga Champions menjadi pembuktian sejarah Real Madrid. Masa lalu, Sekarang dan Masa Depan. Sebuah Momen yang mengharukan dari perpindahan umur yang ke-112 Tahun menuju ke-113 Tahun. Di Jeda Umur ini Real Madrid menunjukan Caracter dan Passion-nya sebagai yang Terbaik di dunia. 4 Gelar Major didapatkan Real Madrid dalam setahun ini ; Copa Del Rey, Uefa Super Cup, FIFA Club World Cup dan La Decima menjadikan umur ke-113 ini begitu Special bagi kita. Belum lagi Januari yang lalu salah satu pemain yang kita sayangi Cristiano Ronaldo meraih Gelar Ballon D’Or ketiganya, dan menjadi yang keduanya selama bermain di Real Madrid.

Menurut Kamu Apa sih itu Real Madrid ? Ketika kita diberi pertanyaan seperti ini maka kita pasti punya Jawaban sendiri-Sendiri tentang apa itu Real Madrid.

Ketika salah satu Legenda terbesar Real Madrid Alfredo Di Stefano diberi pertanyaan serupa beberapa waktu yang lalu, Di Stefano menjawab : “What is Real Madrid ? real Madrid is My Feeling”. Real Madrid adalah Perasaanku. Sebuah uangkapan yang begitu Mendalam, penuh makna dan Indah.

Ketika Sergio Ramos diberi pertanyaan Apa yang kamu rasakan ketika menjadi pemain Real Madrid ? Sergio Ramos menjawab : “When You put on Real Madrid Shirt, You Know that you’ve arrived at the very top. There is no Greater Honour”. Ketika Anda memakai Jersey Real Madrid, Ketahuilah bahwa Anda sudah sampai di bagian paling atas, Tidak ada yang lebih besar dari ini semua.

Ketika Santiago Bernabeu ditanya mengenai bagaimana harus menjadi seorang Madridista ? Santiago Bernabeu Menjawab “The Real Madrid shirt is white it can stain of mud, sweat and even of blood but never of shame” ” Jersey Real Madrid berwarna putih bisa kotor karena noda, lumpur, keringat dan bahkan darah sekalipun tetapi tidak karena rasa malu”

Atau bahkan Ketika Seorang Madridista bernama Luis Calles ditanya mengenai Apa itu Madridista ? Luis Calles menjawab : How Can I Explain life, If you don’t know what is Real Madrid ? How Can I Explain Love, If you have never cried while wearing your team’s Jersey. Bagaimana aku menjelaskan Kehidupan jika kau tak pernah tahu apa itu Real Madrid, Bagaimana aku menjelaskan Cinta, Jika kau tak pernah menangis saat memakai Jersey Real Madrid.

url

Real Madrid ? 2 kata yang membuat kita Rela menyisihkan sebagian uang kita demi membeli Jerseynya, Mengurangi jam tidur hanya untuk menontonnya, 2 Kata yang membuat kita (Madridista) untuk berkumpul, Bahkan sampai membuat kita berdebat di Media Sosial, Membuat kita marah ketika ada yang menghinanya, Yang membuat kita merasa bagian dari Mereka (Real Madrid).

Ada banyak kebanggaan ketika kita mengaku Madridista ? Memakai Jersey Real Madrid ketika kita keluar dari pintu Rumah kita, kebanggaan itu tidak selamanya mendapatkan respon Positif. Kadang ketika kita memakai Jersey Real Madrid kita seperti membangun batasan sendiri tentang siapa kita, kita seperti membangun sebuah “Permusuhan” karena status ke-Madridistaan kita, Ini bukan hanya sebatas eksistensi. Ini Masalah kebanggaan.

“Bagaimana aku bisa menjelaskan kebanggaan jika anda tak pernah tahu bagaimana rasanya mencintai klub yang telah meraih 10 Gelar Liga Champions”

Satellite

Sejalan dengan ini semua, Di Usia yang ke-113 ini, Semoga Kejayaan selalu bersama Real Madrid. Bersamaan dengan ini Pena Real Madrid de Indonesia Medan (@MadridMedan) Mempersembahkan :

Perayaan Anniversary ke-113 Tahun Real Madrid di hari Jumat, 6 Maret 2015

Open Gate : Pukul 17.30 Wib-Selesai

Tempat : Kedai Boogie (Jalan Sei Blutu/Samping Universitas Medan Area)

HTM : 25K

Di Acara Anniversay Jumat ini teman-teman bisa menikmati : 

  • Live Music
  • Pemutaran Video-Video Sejarah Besar Real Madrid
  • Lucky Draw Jersey Original Real Madrid
  •     Pemotongan Kue-113 Tahun Real Madrid
  • Dan Banyak Hadiah dan Kejutan Lainnya

Cp : – Chanoy 08566260718

  • – William 085270588873

 Selamat Ulang Tahun ke-113 Real Madrid.

HALA MADRID Y NADA MAS

Anwar Saragih

Madridista 722.587